HVLS Fan dalam Dunia RHVAC: Mengapa Kipas Raksasa Bisa Menjadi Bagian Penting dari Strategi Pendinginan Bangunan

HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.

>HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.
HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Dalam dunia RHVAC, perangkat ini dapat membantu mengatur pergerakan udara, thermal comfort, dan destratifikasi pada bangunan besar. Pelajari prinsip kerja, potensi efisiensi energi, hingga cara memilih HVLS secara engineering.


Ketika orang mendengar istilah RHVAC, yang biasanya muncul di kepala adalah AC split, chiller, AHU, FCU, ducting, refrigerant, atau cooling tower. Kipas berdiameter beberapa meter yang menggantung di bawah atap gedung sering kali dianggap sekadar “kipas besar”.

Padahal, dari perspektif refrigerasi dan tata udara, anggapan tersebut terlalu sederhana.

High Volume Low Speed atau HVLS fan merupakan perangkat yang menarik untuk dibahas karena cara kerjanya berbeda dengan air conditioner. HVLS fan tidak menghasilkan udara dingin dan tidak memindahkan panas menggunakan siklus refrigerasi. Fungsi utamanya adalah mengatur pergerakan udara dalam volume ruang yang besar sehingga kondisi termal yang dirasakan manusia maupun distribusi temperatur di dalam bangunan dapat menjadi lebih baik.

Dari sudut pandang praktisi RHVAC, di sinilah menariknya HVLS fan. Perangkat ini bukan pengganti AC secara otomatis, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi desain dan operasi HVAC yang lebih rasional, terutama pada bangunan dengan volume besar, plafon tinggi, dan aktivitas manusia yang menghasilkan beban panas.

Apa Itu HVLS Fan?

HVLS adalah singkatan dari High Volume Low Speed. Secara sederhana, konsepnya adalah menggerakkan udara dalam volume besar menggunakan kecepatan putar kipas yang relatif rendah.

Berbeda dengan kipas kecil yang biasanya menghasilkan aliran udara lokal dengan kecepatan relatif tinggi, HVLS fan dirancang untuk menghasilkan pola aliran udara yang menjangkau area jauh lebih luas.

Dalam katalog Drok yang disediakan oleh PT Quana Raya Shakatama, misalnya, terdapat kelompok HVLS ceiling fan dengan diameter hingga 7,3 meter. Beberapa model yang tercantum memiliki debit udara sekitar 13.500 sampai 18.500 m³/menit, tergantung model, jumlah blade, diameter, dan konfigurasi motornya. Katalog tersebut juga mencantumkan opsi frequency control pada sejumlah model.

Skala tersebut memperlihatkan perbedaan yang sangat jelas. Kita tidak sedang membicarakan kipas meja yang tugasnya membuat satu orang merasa sejuk. HVLS bekerja pada skala ruang.

HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.






HVLS Fan Bukan AC Berukuran Besar

Ini adalah salah satu konsep paling penting untuk dipahami.

HVLS fan tidak menurunkan temperatur udara seperti AC.

Jika sebuah ruangan memiliki temperatur 32°C, menyalakan HVLS fan tidak berarti udara yang keluar dari kipas berubah menjadi 27°C. Kipas hanya memindahkan udara.

Lalu mengapa orang bisa merasa lebih sejuk?

Jawabannya berkaitan dengan perpindahan panas dan evaporasi pada tubuh manusia.

Ketika udara bergerak melewati permukaan kulit, panas dari tubuh lebih mudah dilepas ke lingkungan. Aliran udara juga dapat mempercepat penguapan keringat. Karena itu, manusia dapat merasakan efek pendinginan walaupun temperatur udara ruangan sebenarnya tidak turun secara signifikan.

OSHA menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan udara dapat membantu pendinginan melalui peningkatan pertukaran panas konvektif dan evaporasi. Namun efek tersebut bergantung pada kondisi lingkungan dan tidak berarti kipas benar-benar mendinginkan udara.

Mengapa Pergerakan Udara Penting dalam RHVAC?

Dalam desain tata udara, temperatur bukan satu-satunya variabel yang menentukan kenyamanan manusia.

Kelembapan, temperatur radiasi, aktivitas fisik, pakaian, dan kecepatan udara ikut memengaruhi bagaimana tubuh manusia merasakan kondisi lingkungan.

NIOSH memasukkan limited air movement sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko heat stress pada pekerja. Rekomendasi NIOSH juga memasukkan peningkatan air velocity sebagai salah satu engineering control untuk mengurangi paparan panas.

Ini menjelaskan mengapa sebuah gudang dapat terasa sangat panas meskipun termometer tidak menunjukkan angka yang ekstrem. Udara mungkin stagnan, panas terakumulasi di area tertentu, atap menerima radiasi matahari, proses produksi menghasilkan panas, dan pekerja melakukan aktivitas fisik.

Dalam kondisi seperti itu, sekadar memasang AC dengan kapasitas besar belum tentu merupakan jawaban paling ekonomis.

HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.

Fenomena yang Sering Terjadi di Gedung Tinggi: Heat Stratification

Salah satu alasan HVLS menarik bagi praktisi HVAC adalah fenomena yang disebut thermal stratification.

Udara hangat cenderung bergerak ke atas. Pada bangunan dengan ceiling tinggi, udara panas dapat berkumpul di dekat atap sementara area dekat lantai memiliki temperatur berbeda.

ASHRAE pernah membahas penggunaan HVLS fan untuk destratifikasi udara pada hangar pesawat. Dalam studi tersebut, HVLS fan digunakan untuk membantu mencampurkan udara dan mengurangi gradien temperatur antara area lantai dan ceiling.

Dalam konteks Indonesia, prinsip tersebut tetap relevan untuk bangunan industri, warehouse, workshop, sports hall, hanggar, dan ruang komersial dengan volume besar.

Destratifikasi: Mengapa Udara Panas di Atas Perlu Diperhatikan?

Bayangkan sebuah gudang setinggi 10 sampai 15 meter. Pada siang hari, atap menerima radiasi matahari. Proses produksi mungkin juga menghasilkan panas.

Udara hangat kemudian berkumpul di bagian atas.

Jika tidak ada mekanisme pencampuran udara, terbentuklah lapisan temperatur yang berbeda secara vertikal.

Pada bangunan tinggi, thermal stratification dapat meningkatkan persoalan distribusi temperatur. HVLS dapat digunakan untuk membantu mencampurkan udara pada berbagai ketinggian sehingga temperatur menjadi lebih seragam.

Di Indonesia, konteksnya memang berbeda dengan negara empat musim karena kebutuhan pemanasan ruang relatif kecil. Namun prinsip fisik distribusi udara tetap relevan.

HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.

Apakah HVLS Bisa Menghemat Energi AC?

Jawaban yang jujur adalah: bisa, tetapi tidak otomatis.

Inilah bagian yang sering terlalu disederhanakan dalam materi pemasaran.

Memasang HVLS fan tidak serta-merta berarti konsumsi listrik AC akan turun dengan persentase tertentu. Penghematan energi harus dilihat dari sistem secara keseluruhan.

Misalnya, sebuah ruangan menggunakan AC untuk mempertahankan temperatur tertentu. Jika pergerakan udara diperbaiki, manusia mungkin dapat merasakan kenyamanan pada setpoint yang sedikit lebih tinggi. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat memberikan peluang penghematan energi karena sistem refrigerasi tidak perlu bekerja sekeras sebelumnya.

Namun angka penghematan aktual sangat bergantung pada desain bangunan, beban panas, kelembapan, occupancy, temperatur outdoor, insulation, infiltration, sistem HVAC, kontrol, dan pola operasi.

Jadi, klaim “HVLS menghemat energi” sebaiknya tidak dibaca sebagai janji universal.

Yang lebih tepat adalah: HVLS dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengoptimalkan strategi pengelolaan energi dan kenyamanan termal.

Kenapa Variable Speed Penting?

Salah satu hal teknis yang menarik dari sistem fan modern adalah kemampuan mengatur kecepatan.

Katalog Drok mencantumkan sejumlah model HVLS dengan frequency control. Pada beberapa model PMSM, misalnya, kontrol kecepatan tercantum pada rentang sekitar 20 sampai 60 rpm, tergantung model.

Mengapa ini penting?

Karena kebutuhan airflow tidak selalu sama sepanjang hari.

Pada saat occupancy rendah, fan mungkin tidak perlu bekerja pada kecepatan maksimum. Ketika aktivitas meningkat atau kondisi termal berubah, kecepatan dapat dinaikkan.

Dalam sistem fan, hubungan antara airflow dan daya juga bukan hubungan linear sederhana. Fan affinity laws menunjukkan bahwa pada kondisi tertentu kebutuhan daya fan sangat dipengaruhi oleh perubahan kecepatan putar.

Karena itu, dari perspektif engineering, fan yang dapat dikontrol kecepatannya jauh lebih menarik daripada fan yang hanya memiliki pilihan hidup dan mati.

HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.


Airflow Besar Tidak Sama dengan Desain yang Bagus

Ini adalah perspektif yang sering hilang ketika orang membandingkan produk hanya berdasarkan angka m³/menit.

Airflow memang penting, tetapi bukan satu-satunya parameter.

Fan harus menghasilkan pola distribusi udara yang sesuai dengan geometri bangunan.

Bayangkan fan menghasilkan airflow sangat besar tetapi terhalang rak warehouse, ducting, lampu, crane, struktur baja, atau mesin produksi. Sebagian pola aliran udara dapat berubah sebelum mencapai area yang ingin didinginkan.

Katalog Drok juga menjelaskan prinsip bahwa aliran udara dapat dipengaruhi oleh obstacle. Udara tetap dapat bergerak melewati atau mengitari hambatan, tetapi pola alirannya dapat berubah.

Karena itu, pemilihan HVLS seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan “berapa meter diameter kipasnya?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah: berapa volume ruang, di mana posisi pekerja, di mana sumber panas, berapa tinggi pemasangan, apa saja obstacle di bawah fan, bagaimana pola airflow yang diinginkan, dan apakah tujuan utamanya thermal comfort, destratifikasi, ventilasi, atau kombinasi beberapa fungsi?

HVLS dan Ventilasi: Jangan Sampai Salah Kaprah

HVLS fan juga tidak boleh otomatis dianggap sebagai pengganti sistem ventilasi.

Ventilasi berarti pertukaran udara, misalnya membuang udara indoor dan memasukkan udara luar.

Sementara recirculation fan pada dasarnya hanya memindahkan udara yang sudah berada di dalam ruangan.

CDC menjelaskan bahwa memasukkan udara luar ke dalam bangunan membantu mengencerkan kontaminan udara, sementara pergerakan udara di dalam ruangan membantu mengurangi area dengan stagnasi udara.

Namun peningkatan sirkulasi internal tidak identik dengan pemenuhan kebutuhan outdoor air ventilation.

Jadi jika sebuah workshop membutuhkan exhaust fan untuk membuang asap, panas, atau kontaminan proses, memasang HVLS saja bukan solusi lengkap.

Dalam desain RHVAC, fungsi setiap perangkat harus jelas.

Menariknya, Sistem Air Movement Modern Tidak Hanya Menggunakan Ceiling Fan

Katalog Drok yang disediakan oleh PT Quana Raya Shakatama tidak hanya memuat HVLS ceiling fan. Di dalamnya terdapat industrial mobile fan, large wall mounted fan, exhaust fan, dan mobile air cooler.

Ini mencerminkan pendekatan yang lebih masuk akal dalam engineering: tidak semua area membutuhkan jenis airflow yang sama.

Area produksi yang membutuhkan air movement lokal mungkin lebih cocok menggunakan mobile fan.

Ruang besar dengan ceiling tinggi dapat mempertimbangkan HVLS.

Area yang membutuhkan pembuangan udara dapat menggunakan exhaust fan.

Sementara kondisi tertentu yang membutuhkan pendinginan evaporatif dapat menggunakan air cooler.

Dengan demikian, solusi RHVAC yang baik tidak selalu berupa satu produk. Yang dicari adalah kombinasi sistem yang sesuai dengan karakter bangunan.

Bagaimana Menilai HVLS sebagai Praktisi RHVAC?

Jika saya diminta mengevaluasi sebuah proyek, saya tidak akan memulai dengan katalog produk.

Saya akan mulai dari bangunan.

Pertama, saya akan melihat fungsi ruangan dan aktivitas di dalamnya.

Kedua, saya akan memetakan sumber panas, termasuk manusia, mesin, proses produksi, atap, pencahayaan, dan radiasi matahari.

Ketiga, saya akan melihat tinggi ceiling dan volume ruang.

Keempat, saya akan memeriksa layout obstacle.

Kelima, saya akan menentukan apakah kebutuhan utamanya adalah comfort cooling, destratifikasi, ventilation support, exhaust, atau kombinasi.

Barulah kemudian pemilihan fan dilakukan.

Urutan tersebut penting karena produk yang sangat bagus sekalipun dapat menjadi tidak efektif jika ditempatkan pada lokasi yang salah.

Contoh Cara Berpikir yang Lebih Sederhana

Misalkan ada warehouse dengan luas 1.000 m² dan ceiling tinggi.

Pemilik gedung mengeluhkan panas.

Solusi pertama yang sering muncul adalah menambah AC.

Tetapi sebelum menambah kapasitas pendinginan, engineer sebaiknya bertanya: apakah masalahnya benar-benar temperatur udara, atau sebenarnya manusia membutuhkan air movement yang lebih baik?

Jika temperatur udara memang terlalu tinggi karena heat gain besar, AC atau sistem pendinginan lain tetap diperlukan.

Jika masalahnya adalah udara stagnan dan thermal comfort pekerja, HVLS mungkin memberikan manfaat besar.

Jika terdapat udara panas dan kontaminan yang harus dibuang, exhaust system mungkin lebih penting.

Jika ketiganya terjadi sekaligus, solusi terbaik mungkin merupakan kombinasi HVAC, ventilation, exhaust, dan air movement.

HVLS untuk Industri Indonesia: Potensinya Besar, tetapi Harus Tepat Desain

Indonesia memiliki banyak bangunan yang berpotensi menggunakan pendekatan air movement skala besar: gudang logistik, pabrik, bengkel, hanggar, pusat olahraga, area produksi, warehouse retail, dan fasilitas dengan ceiling tinggi.

Karakter iklim tropis juga membuat persoalan panas dan kelembapan menjadi isu yang relevan.

NIOSH menempatkan temperatur, kelembapan, aktivitas fisik, pakaian atau PPE, serta keterbatasan pergerakan udara sebagai faktor yang berpengaruh terhadap heat stress.

Artinya, peningkatan air movement bukan sekadar persoalan kenyamanan. Dalam lingkungan kerja tertentu, ia dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian risiko panas.

Namun fan bukan pengganti hidrasi, rest break, acclimatization, pengendalian sumber panas, atau sistem keselamatan kerja lainnya.

Kesimpulan: HVAC Bukan Selalu Tentang Membuat Udara Lebih Dingin

HVLS fan merupakan contoh menarik bahwa dunia RHVAC sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar refrigerasi.

Kita tidak selalu perlu membuat seluruh udara dalam bangunan menjadi sangat dingin.

Kadang yang diperlukan adalah membuat udara bergerak dengan cara yang tepat.

Kadang yang diperlukan adalah mencampurkan udara agar temperatur lebih seragam.

Kadang yang diperlukan adalah membuang panas melalui exhaust.

Dan pada kondisi tertentu, kombinasi antara AC, ventilation, exhaust, dan HVLS dapat menghasilkan sistem yang lebih rasional daripada hanya menambah kapasitas pendinginan.

Katalog AireGard, misalnya, menyebut PXP series menggunakan variable frequency speed control, permanent magnet technology, high air volume, dan memiliki effective coverage area hingga 1.000 m² untuk seri tersebut.

Yang menarik bukan semata-mata angka 1.000 m² tersebut. Yang lebih penting adalah memahami bahwa coverage harus dibaca bersama kondisi aktual bangunan, tinggi pemasangan, obstacle, airflow pattern, occupancy, dan tujuan desain.

Dalam RHVAC, angka di katalog adalah titik awal, bukan titik akhir.

Pada akhirnya, sistem tata udara yang baik bukan sistem yang memiliki perangkat paling besar atau spesifikasi paling tinggi. Sistem yang baik adalah sistem yang mampu memberikan kondisi termal dan kualitas udara yang dibutuhkan dengan cara yang aman, terukur, andal, dan masuk akal secara energi.

Dan mungkin inilah cara paling tepat melihat HVLS fan: bukan sebagai pengganti AC, bukan pula sekadar kipas raksasa, tetapi sebagai salah satu instrumen engineering untuk mengendalikan bagaimana udara bergerak di dalam sebuah bangunan.

FAQ Seputar HVLS Fan

Apakah HVLS fan membuat ruangan menjadi dingin?

Tidak secara langsung. HVLS fan tidak bekerja seperti AC yang mengambil panas dari udara menggunakan sistem refrigerasi. Fan meningkatkan pergerakan udara sehingga tubuh manusia dapat merasakan efek pendinginan melalui konveksi dan evaporasi.

Apakah HVLS fan bisa menggantikan AC?

Tidak selalu. Jika temperatur ruangan harus dikontrol pada nilai tertentu, terutama untuk proses produksi, penyimpanan barang, atau kebutuhan kenyamanan tertentu, sistem pendinginan tetap diperlukan. HVLS dapat menjadi komponen pendukung.

Apakah HVLS fan cocok untuk warehouse?

Warehouse dengan ruang luas dan ceiling tinggi merupakan salah satu aplikasi yang potensial. Namun penempatan fan harus mempertimbangkan tinggi bangunan, rak, sprinkler, lampu, struktur atap, jalur forklift, dan pola airflow.

Apakah HVLS fan bisa menghemat listrik?

Berpotensi, tetapi tidak boleh dijanjikan sebagai angka universal. Penghematan bergantung pada bagaimana fan diintegrasikan dengan sistem HVAC, setpoint, occupancy, beban panas, kontrol kecepatan, dan pola operasi bangunan.

Apa bedanya HVLS dengan exhaust fan?

HVLS terutama digunakan untuk menggerakkan dan mensirkulasikan udara dalam ruang. Exhaust fan digunakan untuk membuang udara dari ruang dan membantu proses pertukaran udara. Keduanya mempunyai fungsi berbeda dan dapat digunakan secara bersamaan.

Apakah HVLS cocok untuk ruang dengan banyak mesin?

Bisa, tetapi perlu analisis lebih lanjut. Jika mesin menghasilkan panas atau kontaminan, HVLS hanya menggerakkan udara dan tidak otomatis membuang kontaminan tersebut. Exhaust atau local exhaust ventilation mungkin tetap dibutuhkan.

Berapa diameter HVLS yang ideal?

Tidak ada satu diameter yang ideal untuk semua bangunan. Pemilihan diameter harus mempertimbangkan luas dan volume ruangan, tinggi pemasangan, target airflow, obstacle, pola distribusi udara, dan kebutuhan thermal comfort.

Apakah semakin besar airflow berarti semakin bagus?

Tidak selalu. Airflow besar harus didistribusikan secara tepat. Fan dengan airflow sangat tinggi tetapi dipasang pada posisi yang salah dapat memberikan hasil yang kurang optimal dibandingkan sistem dengan airflow lebih terkontrol tetapi distribusinya sesuai kebutuhan.

Apakah HVLS termasuk bagian dari RHVAC?

Dalam perspektif luas building environmental systems, HVLS dapat menjadi bagian dari strategi HVAC atau ventilation support, terutama untuk air movement dan destratifikasi. Namun fan bukan perangkat refrigerasi karena tidak melakukan proses pendinginan melalui siklus refrigeran.

Sumber dan Referensi

PT Quana Raya Shakatama. AireGard HVLS Fan Catalogue.

PT Quana Raya Shakatama. Catalog Drokfan.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Heat Stress.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). Heat Stress.

ASHRAE Journal. Impact of HVLS Fans on Airplane Hangar Air Destratification.




KOMENTAR

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia
Gamma AI | Make presentation more easier
Nama

1991,2,1997,1,1998,3,2000,1,2001,1,2003,1,2009,1,2010,1,2013,2,2015,1,Almamater,21,Anggota,15,Berita,163,Bonding,24,Database,4,Duka,10,Electrical,2,Events,47,GoGreen,19,iNspiRA,15,Islami,21,Jasmani,11,Karir,57,keluarga,15,Laporan,4,Mapan,2,Mechanical,6,Pendidikan,24,Refrigerant,14,RHVAC,60,Rohani,12,Seminar,17,Suka,7,Works,39,
ltr
item
IKARA | Ikatan Alumni Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung: HVLS Fan dalam Dunia RHVAC: Mengapa Kipas Raksasa Bisa Menjadi Bagian Penting dari Strategi Pendinginan Bangunan
HVLS Fan dalam Dunia RHVAC: Mengapa Kipas Raksasa Bisa Menjadi Bagian Penting dari Strategi Pendinginan Bangunan
HVLS fan bukan sekadar kipas raksasa. Pelajari cara kerjanya, thermal comfort, destratifikasi, airflow, efisiensi energi, dan aplikasinya.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJFQf-IYppCFb6iGfIc1HxWAe8M6QAeT7g8elcYvTwvnpUfPdr5pPENLAUDG6SbkYnuirZUkQRJLTL_bzYN2fpH8J0eE_Ec4EEfABQmCi0pxEjl-c5L1klO_S4FLZWBqQhHf66MikEnhK-I9NDtm6sEeCwb3QucQUhDRJlb-xUCH5WcO01WCQPWpACYxA/s1600/1000527781.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJFQf-IYppCFb6iGfIc1HxWAe8M6QAeT7g8elcYvTwvnpUfPdr5pPENLAUDG6SbkYnuirZUkQRJLTL_bzYN2fpH8J0eE_Ec4EEfABQmCi0pxEjl-c5L1klO_S4FLZWBqQhHf66MikEnhK-I9NDtm6sEeCwb3QucQUhDRJlb-xUCH5WcO01WCQPWpACYxA/s72-c/1000527781.jpg
IKARA | Ikatan Alumni Refrigerasi dan Tata Udara Politeknik Negeri Bandung
https://www.ikara.or.id/2026/08/hvls-fan-dalam-dunia-rhvac-mengapa.html
https://www.ikara.or.id/
https://www.ikara.or.id/
https://www.ikara.or.id/2026/08/hvls-fan-dalam-dunia-rhvac-mengapa.html
true
1737064591611106676
UTF-8
Loaded All Posts Konten tidak ditemukan. LIHAT SEMUA Baca Balas Batalkan Hapus By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARSIP SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali Keawal Ahad Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content