Pelajari bagaimana Jetwing Hotel di Sri Lanka menggunakan absorption chillers untuk cooling using steam, menciptakan pendinginan yang efisien, ramah
Menyelami Inovasi Dingin: Sebuah Awal yang Menarik
Ketika berbicara soal kenyamanan tamu hotel, pendingin ruangan adalah salah satu faktor terpenting. Namun, bagaimana jika teknologi pendingin tersebut tidak hanya efisien, tapi juga ramah lingkungan? Di sinilah absorption chillers hadir sebagai solusi pintar. Teknologi ini menawarkan pendinginan dengan cara yang sangat berbeda dibanding AC konvensional.
Absorption chillers bekerja dengan prinsip unik: menggunakan panas, bukan listrik, untuk menghasilkan dingin. Di Jetwing Hotel, salah satu grup perhotelan terkemuka di Sri Lanka, teknologi ini digunakan secara nyata — bukan hanya demi kenyamanan tamu, tetapi juga untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Jetwing Hotel: Pelopor Hotel Ramah Lingkungan di Sri Lanka
Jetwing Hotel bukan sekadar tempat menginap. Mereka adalah pionir dalam hal praktik ramah lingkungan di sektor perhotelan. Dari penggunaan tenaga surya hingga daur ulang air limbah, komitmen mereka terhadap lingkungan sangat nyata.
Kini, mereka melangkah lebih jauh dengan mengadopsi teknologi absorption chillers yang menggunakan uap panas sebagai sumber energi. Langkah ini memperkuat posisi Jetwing Hotel sebagai role model hotel hijau di Sri Lanka, bahkan Asia.
Bagaimana Absorption Chillers Bekerja?
Teknologi absorption chillers bekerja berdasarkan prinsip termodinamika, di mana panas digunakan untuk menggerakkan proses penyerapan. Alih-alih menggunakan kompresor listrik seperti AC biasa, sistem ini mengandalkan uap panas dari sumber seperti biomassa, air panas limbah, atau panel surya.
Di Jetwing Hotel, uap ini berasal dari boiler biomassa, menjadikannya solusi yang sangat sustainable. Uap tersebut digunakan untuk memisahkan air dan larutan penyerap, lalu mengubahnya menjadi pendingin yang mengalir ke seluruh bangunan hotel.
Kenapa Menggunakan Uap untuk Mendinginkan?
Mungkin terdengar aneh: menggunakan panas untuk menciptakan dingin. Tapi itulah keindahan teknologi absorption chiller. Sumber panas seperti uap jauh lebih murah dan mudah didapatkan, terutama di wilayah tropis seperti Sri Lanka.
Dengan cooling using steam, Jetwing Hotel tidak hanya mengurangi ketergantungan pada listrik, tetapi juga menurunkan emisi karbon. Uap yang dihasilkan dari bahan bakar organik membuat sistem ini benar-benar hijau.
Hemat Energi, Hemat Biaya: Keuntungan Finansialnya
Selain ramah lingkungan, teknologi ini juga membantu Jetwing Hotel menghemat biaya operasional secara signifikan. Konsumsi listrik dari sistem pendingin biasanya sangat besar. Tapi dengan absorption chillers, kebutuhan akan listrik sangat minimal.
Uap panas yang digunakan dalam sistem ini dapat diperoleh dari proses lain dalam operasional hotel. Misalnya, dari proses pemanas air atau dapur. Artinya, energi yang sama digunakan dua kali — sebuah bentuk efisiensi energi yang cerdas dan ekonomis.
Jetwing Hotel dan Komitmen terhadap Energi Terbarukan
Jetwing Hotel telah lama menggunakan energi terbarukan, mulai dari tenaga surya hingga biomassa. Kini, dengan penerapan absorption chillers, mereka membawa efisiensi energi ke level berikutnya.
Sistem ini tidak hanya menyelaraskan tujuan mereka untuk menjadi hotel bebas karbon, tapi juga menginspirasi hotel lain di Sri Lanka dan negara-negara tropis lainnya untuk mengikuti jejak mereka.
Kenyamanan Tamu Tetap Terjaga
Tentu saja, efisiensi dan ramah lingkungan saja tidak cukup jika kenyamanan tamu terganggu. Kabar baiknya, absorption chillers menghasilkan pendinginan yang stabil dan hening, cocok untuk lingkungan hotel yang tenang.
Di Jetwing Hotel, para tamu bisa menikmati kamar sejuk tanpa suara bising dari unit AC. Ini menciptakan pengalaman menginap yang lebih menyenangkan dan nyaman, dengan dampak lingkungan yang jauh lebih kecil.
Adaptasi Teknologi Tropis untuk Sri Lanka
Sri Lanka adalah negara tropis yang kaya akan sumber daya panas. Dengan iklim yang panas sepanjang tahun, sistem pendingin sangat dibutuhkan. Tapi tingginya biaya energi menjadi tantangan besar.
Teknologi cooling using steam menjadi solusi yang sangat relevan. Jetwing Hotel membuktikan bahwa inovasi lokal dengan bahan bakar lokal bisa mengatasi masalah global, seperti perubahan iklim dan krisis energi.
Inspirasi bagi Industri Perhotelan Dunia
Langkah Jetwing Hotel dalam mengadopsi absorption chillers bukan hanya berdampak lokal, tapi juga global. Mereka menunjukkan bahwa industri perhotelan bisa menjadi bagian dari solusi lingkungan, bukan hanya penyumbang masalah.
Dengan dokumentasi yang baik dan studi kasus nyata, Jetwing Hotel bisa menjadi bahan pembelajaran bagi banyak hotel lain — dari Bali, Phuket, hingga Kepulauan Karibia.
https://www.green-cooling-initiative.org/fileadmin/Publications/2019_GCI_Jetwing_SriLanka_Flyer.pdf
Apa Selanjutnya? Masa Depan Pendinginan Hijau
Teknologi absorption chiller terus berkembang. Dengan integrasi sistem kontrol pintar dan manajemen energi, efisiensinya akan semakin meningkat. Jetwing Hotel sudah menyiapkan langkah selanjutnya dengan menghubungkan sistem ini ke smart energy grid mereka.
Hal ini membuka jalan bagi pengembangan hotel pintar dan hijau, di mana semua sistem — dari pendinginan hingga pencahayaan — saling terhubung dan bekerja dengan efisien.
Dingin Tanpa Merusak Bumi
Absorption chillers mungkin belum umum di banyak tempat, tapi Jetwing Hotel di Sri Lanka telah membuktikan bahwa teknologi ini layak diperhitungkan. Dengan cooling using steam, mereka berhasil menciptakan hotel sejuk, nyaman, dan ramah lingkungan.
Inovasi ini tidak hanya membuat Jetwing lebih hemat energi, tapi juga menginspirasi dunia perhotelan menuju arah yang lebih hijau. Mungkin sudah saatnya hotel-hotel di Indonesia mengikuti jejak mereka.
https://www.dw.com/en/cooling-with-cinnamon-wood/a-39533273








KOMENTAR